Rabu, 27 April 2011

Kumpulan Warga IPMASAD sementara 2008

IPMASAD adalah Organisasi yang di Rintis Oleh Mahasiswa kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam yangKuliah di Banda Aceh dan Aceh Besar, Organisasi ini berdiri pada tanggal 22 maret 2009 di Banda Aceh.

IPMASAD
atau Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat, adalah nama dari sebuah Organisasi Mahasiswa yang berasal dari kec. Sultan Daulat Kota Subulussalam dan sa'at ini berkedudukan di Banda Aceh, dan yang tergabung didalam keanggotaan IPMASAD adalah seluruh Mahasiswa yang kuliah di Banda Aceh dan Aceh Besar. organisasi ini berdiri dibawah Legitimasi Himpunan Pelajar Perantauan Syekh Hamzah Fansuri (HPP-SHaf) Kota Subulussalam















Baginda Jadi Ketua KNPI Subulussalam

Wed, Apr 13th 2011, 08:57
SUBULUSSALAM - Baginda Nasution, berhasil memenangkan pemilihan ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Subulussalam periode 2011-2014 dalam Musyawarah Kota (Muskot) ke II yang berlangsung, Senin (11/4) di Grand Mitra Subulussalam Hotel.

Camat Sultan Daulat itu berhasil meraup 8 suara, mengalahkan Dedi Bancin yang hanya meraih 7 suara dari 16 suara yang diperebutkan. Sementara satu suara lainnya dinyatakan rusak. Ia berjanji akan lebih mengedepankan kerja keras dan kerja cerdas. Dia pun siap menerima masukan, kritik yang kreatif dari organisasi kepemudaan (OKP).

“Saya melihat potensi pemuda sangat besar sekali sehingga yang paling penting adalah pemberdayaan pemuda yang dimulai dari berbagai komponen. Saya harapkan melalui KNPI ke depan pemuda harus memiliki etos kerja yang sangat tinggi,” ujar Baginda.

Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti meminta ketua terpilih membangun dan membina kerja sama dengan pihak luar, seperti dengan para pemilik Hak Guna Usaha (HGU), misalnya untuk mengembangkan olahraga maupun dinas lain dalam rangka menunjukkan kiprah di masyarakat.(kh)
http://aceh.tribunnews.com/news/view/53849/baginda-jadi-ketua-knpi-subulussalam

Lae Langge Dicanangkan Kawasan Lumbung Pangan

   
Sun, Apr 17th 2011, 09:49
SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti mencanangkan Desa Lae Langge sebagai kawasan program Food Estatet (lumbung pangan) untuk wilayah Kota Subulussalam. Pencanangan itu ditetapkan saat Wali Kota Merah Sakti melakukan panen perdana jagung hilbrida di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Jum’at (15/4).

Wali Kota dalam pengarahannya meminta kepada petani jagung di Sultan Daulat dan sekitar agar bersungguh-sungguh untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pertanian. Karena dalam program Pemko Subulussalam pertanian menetapkan perkebunan dan pertanian sebagai peningkatan ekonomi kerakyatan. Ia mengatakan, Pemko Subulussalam dengan segenap daya upaya dan kemampuan yang ada akan terus membangun bidang perkebunan dan pertanian.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Sakti mencanangkan, program Food Estate di kecamatan di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat mulai tahun 2012. “Program ini sudah kita ajukan ke Kementan, dan Insya Allah dalam waktu dekat timnya akan turun meninjau lokasi. Jika ini terwujud Insya Allah Sultan Daulat bakal jadi lumbung pangan,” pungkas Sakti.

Berdasarkan informasi, lahan pertanian yang bisa dikembangkan jagung di Desa Lae Langge ini mencapai 150 hektare namun yang baru digarap petani baru 40 hektare. Dari jumlah tersebut, terdapat lima kelompok tani. Diharapkan bisa terus mengembangkan tanaman jagung di lahan yang masih tersisa.

Camat Sultan Daulat, Baginda Nasution kepada Serambi mengatakan, hamparan lahan persawahan yang tersedia di Desa Lae Langge mencapai 2.000 hektare. Tidak hanya itu, jika digabung dengan persawahan di Kecamatan Runding maka bisa mancapai 3.000 hektar. Camat Baginda optimis para petani akan sejahtera bila sawah tersebut ditata dengan baik dan dilengkapi fasilitas pendukung seperti sarana irigasi dan jalan. “Selama ini kenapa petani enggan bersawah? Karena sarana jalan tidak ada irigasi teknis juga tidak tersedia jadi bagaimana bisa berhasil tanpa ada fasilitas ini,” kata Baginda.(kh)
http://aceh.tribunnews.com/news/view/54199/lae-langge-dicanangkan-kawasan-lumbung-pangan